Sadbor Tinjauan Psikologis atas Joget Viral dan Potensi Judi Online

Fenomena Joget Sadbor yang viral di TikTok—diinisiasi oleh Gunawan “Sadbor”—semula menghadirkan kegembiraan kreatif dan ikatan komunitas. Namun, euforia ini kemudian berubah karena munculnya promosi judi online yang menyisip dalam konten tersebut (jogjapolitan.harianjogja.com).

🎭 Kreativitas ala Freud lewat Sadbor

Dikutip dari unisayogya.ac.id dari sebuah tulisan berjudul “Psychological Review of Sadbor Joget and Online Gambling Potentials” / “Tinjauan Psikologi Joget Sadbor dan Potensi Judi Online”. Menurut Ratna Yunita Setiyani Subardjo, dosen Psikologi UNISA Yogyakarta, munculnya Sadbor menunjukkan bagaimana kreativitas bisa tumbuh dari kondisi personal dan lingkungan, sesuai dengan teori kreativitas 4P (person, press, process, product) Sigmund Freud. Kreativitas Sadbor dianggap sebagai bentuk sublimasi—mekanisme pertahanan psikis—di mana impuls ditekan dan disalurkan menjadi ekspresi seperti joget viral .

Peran Media Sosial dan Risiko Judi

Media sosial mempercepat penyebaran joget ini dan menjadikannya viral, tapi sayangnya mengantar sisi negatif: promosi judi online. Euforia yang muncul memicu pendapatan melalui saweran, termasuk dari platform judi yang tidak resmi. Masyarakat mulai tergoda mengandalkan popularitas Sadbor sebagai ladang “pendapatan instan” – sebuah jebakan ekonomi dan psikologis (jogjapolitan.harianjogja.com).

Analisis Psikoanalitik: id, ego, superego

Ratna mengaitkan fenomena ini dengan konflik psikoanalitik: id (naluri dan dorongan), ego (realitas), dan superego (nilai moral). Sadbor menggunakan insting dan dorongan naluriah sebagai bahan ekspresi kreatif, namun ketika realitas menghalangi, ego menggunakan sublimasi untuk menyalurkan dorongan tersebut (jogjapolitan.harianjogja.com). Namun saat keuntungan instan diterima, muncul potensi kecanduan dan penipuan terkait judi online.

Dampak bagi Komunitas Margasari

Masyarakat di Kampung Margasari, Sukabumi, awalnya menikmati manfaat ekonomi dari popularitas Sadbor. Tetapi ketika konten mulai menampilkan promosi judi, reputasi dan nilai positif fenomena ini rusak (humanisa.my.id, jogjapolitan.harianjogja.com). Ratna mengingatkan bahwa mengandalkan tren viral tanpa inovasi yang beretika memiliki risiko jatuh drastis saat popularitas meredup.

Pesan dan Rekomendasi

  1. Kesadaran kreatif: Kreativitas berbasis sublimasi bisa produktif, tapi harus disertai tanggung jawab.
  2. Hindari jalan pintas: Tawaran pendapatan cepat dari judi online sarat risiko psikologis dan sosial.
  3. Inovasilah secara berkelanjutan: Agar komunitas tidak bergantung pada tren viral semata.
  4. Waspadai konten tersembunyi: Bentuk kejahatan seperti promosi judi cepat menggerus citra positif fenomena viral.

Dari panatauan redaksi saat ini memang tidak hanya numpang di konten yang terkait Sadbor, namun konten promosi terkait judi juga banayk nunpang di tema konten-konten lain yang sedang viral. Konten ini nempel di viseo atau foto sebagai sebuah keyword terkait judul. Ini jadi kewaspadaan sepua pihak.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Explore More

Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil menempati posisi ke-3 Scimago 2023

Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil menempati posisi ke-4 Scimago 2023

Pada tahun 2023, Scimago merilis hasil pemeringkatan institusi di Indonesia dan Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil menempati posisi ke-3 dalam peringkat tersebut. Sebanyak 61 kampus di Indonesia ikut serta dalam

Hal yang Menghambat Perkembangan Bakat dan Minat Peserta Didik

Hal yang Menghambat Perkembangan Bakat dan Minat Peserta Didik MGBK SMP Kota Sorong

Setiap peserta didik memiliki potensi unik yang dapat dikembangkan melalui pendidikan dan bimbingan yang tepat. Namun, seringkali tanpa disadari, ada berbagai faktor yang justru menghambat perkembangan bakat dan minat mereka.

PELITA: Edukasi Pengolahan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi di Kelurahan Serua

PELITA Edukasi Pengolahan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi di Kelurahan Serua

Kegiatan pengabdian masyarakat menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga. Pada 7 November 2025, SEMESTA (Seruan Mahasiswa Peduli Kesehatan) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta