
Limbah kotoran ayam yang selama ini dianggap sebagai sumber bau dan pencemaran ternyata memiliki potensi ekonomi yang besar jika diolah dengan tepat. Hal inilah yang diperkenalkan oleh mahasiswa Program Studi Pengelolaan Perkebunan D-IV dari Politeknik LPP Yogyakarta melalui kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Nawasena Mengabdi 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Dusun Tamanan, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, dengan fokus pada edukasi pengolahan limbah ternak menjadi pupuk organik berkualitas. Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa mengajak warga memanfaatkan kotoran hewan (KOHE) ayam sebagai bahan utama pembuatan kompos yang ramah lingkungan dan bernilai jual.
Mengubah Limbah Menjadi Produk Bermanfaat
Dalam sesi pelatihan, mahasiswa menjelaskan tahapan pembuatan kompos mulai dari proses fermentasi, bahan tambahan yang diperlukan, hingga cara mengetahui kompos yang sudah matang dan siap digunakan. Peserta juga diajak langsung mempraktikkan proses pengolahan pupuk organik secara sederhana agar mudah diterapkan di rumah maupun lingkungan sekitar.
Menurut penjelasan mahasiswa, kotoran ayam memiliki kandungan unsur hara penting seperti: Nitrogen (N), Fosfor (P) dan Kalium (K). Ketiga unsur tersebut sangat dibutuhkan tanaman untuk mendukung pertumbuhan, memperkuat akar, serta meningkatkan produktivitas hasil pertanian.
Dengan pengolahan yang benar, limbah yang sebelumnya menimbulkan bau tidak sedap dapat berubah menjadi pupuk organik berkualitas tinggi yang aman bagi lingkungan.
Mahasiswa Turun Langsung Dampingi Warga
Beberapa mahasiswa yang terlibat sebagai pemateri di antaranya: Abiyyu Putra Yuanto, Auli Lestari Manik, Finta Afif Falikhah. Mereka memberikan pendampingan mulai dari penjelasan teori hingga praktik langsung pengolahan dan pengaplikasian kompos di lapangan.
Antusiasme warga terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Banyak peserta, termasuk ibu-ibu PKK, aktif bertanya dan mencatat tahapan pembuatan kompos untuk diterapkan secara mandiri.
Mendukung Pertanian Berkelanjutan
Program ini menjadi bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal. Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah ternak, pengolahan kompos juga membuka peluang ekonomi tambahan bagi warga.
Pupuk organik hasil fermentasi dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan pupuk kimia karena mampu memperbaiki struktur tanah dan mendukung praktik pertanian berkelanjutan.
Mahasiswa berharap keterampilan yang diperoleh masyarakat dapat terus dikembangkan sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi peluang usaha baru berbasis lingkungan.
Tentang Politeknik LPP Yogyakarta
Politeknik LPP Yogyakarta merupakan perguruan tinggi vokasi swasta yang berfokus pada bidang industri perkebunan. Kampus ini dikenal sebagai Kampus BUMN Perkebunan karena berada di bawah Yayasan Pendidikan Perkebunan Yogyakarta dan memiliki keterkaitan dengan LPP serta PTPN.
Melalui berbagai program pengabdian masyarakat, kampus ini terus mendorong mahasiswa untuk menghadirkan solusi praktis dan inovatif bagi masyarakat, khususnya di bidang pertanian dan pengelolaan lingkungan.



