PELITA Edukasi Pengolahan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi di Kelurahan Serua

Kegiatan pengabdian masyarakat menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga. Pada 7 November 2025, SEMESTA (Seruan Mahasiswa Peduli Kesehatan) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta menyelenggarakan program PELITA: Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi di Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok. Kegiatan ini menghadirkan para ibu-ibu PKK yang mengikuti acara dengan antusias.

Program ini dilaksanakan sebagai upaya menjawab masalah umum yang terjadi di masyarakat, yaitu kebiasaan membuang minyak jelantah sembarangan. Banyak warga belum mengetahui bahwa minyak jelantah dapat mencemari lingkungan, menyumbat saluran air, merusak kualitas tanah, hingga menimbulkan risiko kesehatan. Karena itu, kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi tentang pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga, sekaligus memperkenalkan cara sederhana mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi yang memiliki nilai guna.

Acara diawali dengan penyampaian materi mengenai bahaya pembuangan minyak jelantah dan dampaknya terhadap kesehatan serta lingkungan. Dalam sesi ini, peserta diberikan pemahaman mengenai alasan mengapa limbah minyak perlu dikelola dengan benar. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan lilin aromaterapi menggunakan minyak jelantah bekas pakai. Proses demonstrasi mencakup tahapan penyaringan minyak, pencampuran bahan tambahan, pemilihan aroma, hingga teknik mencetak lilin agar aman digunakan.

Walaupun peserta tidak melakukan praktik langsung, suasana berlangsung interaktif. Para ibu PKK mengajukan berbagai pertanyaan mengenai proses, keamanan bahan, serta potensi pemanfaatan produk ini dalam kegiatan rumah tangga. Antusiasme ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki minat besar untuk belajar mengelola limbah secara mandiri.

Melalui kegiatan PELITA, SEMESTA FKM UMJ berharap masyarakat dapat melihat bahwa limbah rumah tangga dapat memiliki nilai tambah apabila diolah dengan benar. Selain mengurangi pencemaran lingkungan, hasil pengolahan ini juga dapat menjadi peluang kreativitas bagi keluarga. Program ini diharapkan menjadi langkah kecil yang berdampak besar dalam membangun lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Explore More

International Conference, AICGC 2023: UMBY Menyesuaikan Strategi Konseling di Era VUCA

International Conference AICGC 2023 Prodi Bimbingan dan Konseling UMBY

Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) telah sukses menyelenggarakan Annual International Conference Guidance and Counseling (AICGC) 2023 pada Senin,

Rektor Unismuh Makassar Bangga dengan Prestasi Mahasiswa dalam Kemahasiswaan Award 2024

Rektor Unismuh Makassar Bangga dengan Prestasi Mahasiswa dalam Kemahasiswaan Award 2024

Prof. Ambo Asse, Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh), mengungkapkan rasa syukurnya atas prestasi gemilang yang diraih oleh mahasiswa dalam acara Kemahasiswaan Award 2024. Menurutnya, penghargaan ini tidak hanya membanggakan Unismuh

Cara Daftar KIP Kuliah Kemdikbud go id 2024

Berikut adalah panduan untuk mendaftar KIP Kuliah 2024 dan informasi mengenai besaran dana yang akan diterima setiap mahasiswa: Pada tahun 2024, pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp13,9 triliun untuk mendukung