(Magelang -FK) – Lebih dari 30 warga di Dusun Grantingan, Bringin, Srumbung, Magelang berkumpul di rumah seorang warga untuk mengikuti acara sosialisasi yang diadakan oleh kelompok KKN Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY). Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat siang (18/8) ini bertujuan untuk memperkenalkan metode pembuatan pakan silase yang optimal untuk ternak, serta menyoroti pentingnya menjaga kebersihan di kandang ternak guna melindungi ternak dari penyakit berbahaya yang saat ini sedang menjadi perbincangan.

Acara ini melibatkan pembicaraan oleh para narasumber, diikuti dengan sesi praktek pembuatan pakan silase oleh beberapa anggota Kelompok KKN Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Sosialisasi dan praktek ini berlangsung selama 2-3 jam, termasuk sesi tanya jawab dan berbagi informasi tentang ternak dengan bapak-bapak di Dusun Grantingan. Materi yang disampaikan meliputi aspek ilmiah mengenai sanitasi dan silase, serta penekanan pada pentingnya sanitasi dan pakan silase dalam mencegah penyakit ternak. Selain itu, juga dijelaskan tentang jenis penyakit yang dapat menyerang ternak. Pada akhir acara, disampaikan tips dan metode membersihkan kandang menggunakan peralatan dan bahan sederhana, serta cara penyimpanan yang benar agar pakan silase tidak berjamur.

“Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada bapak-bapak yang telah antusias dan menyempatkan waktunya untuk menghadiri acara sosialisasi kami. Seperti yang diungkapkan oleh rekan KKN kami, kami ingin mengajak para peternak untuk selalu memprioritaskan kebersihan kandang dan jenis pakan yang diberikan kepada ternak. Hal ini menjadi sangat penting terutama dalam memenuhi kebutuhan ternak. Seiring dengan fakta bahwa banyak peternak masih mengabaikan pentingnya sanitasi dan pakan yang memadai untuk ternak, kami ingin mengatasi masalah ini sebelum harus menghadapi biaya mahal untuk pengobatan ternak,” ungkap Bapak Rokhani Muslih, Kepala Dusun Grantingan.

Melihat realitas saat ini, kurangnya perhatian dari peternak terhadap kesehatan dan kebutuhan ternak yang mereka pelihara menjadi hal yang umum terjadi. Faktanya, banyak peternak masih kurang sadar akan kebutuhan esensial dari ternak mereka, sebagaimana yang diperlihatkan melalui survei Pusaka Magelang (PM) pada tahun 2020 mengenai populasi domba dan kambing di Magelang. Dari data tersebut, ditemukan bahwa populasi domba dan kambing mencapai sekitar 84.816 ekor. Kebanyakan kambing ada di daerah Borobudur (18.169 ekor) dan Kajoran (11.535 ekor), sementara domba terbanyak di Srumbung (9.539 ekor) dan Kaliangkrik (8.229 ekor).

Dalam sesi berbagi pengalaman, beberapa bapak ini ternyata mengungkapkan kesulitan mereka dalam menjaga kesehatan ternak akibat kurangnya pemahaman tentang pentingnya kebersihan dan berat badan ternak. Terlihat bahwa beberapa warga sangat antusias bertanya dan memberikan tanggapan. Fakta di lapangan juga mengindikasikan adanya masalah serupa dalam menjaga kesehatan dan berat badan ternak.

Oleh karena itu, kegiatan yang diadakan oleh Kelompok KKN 75 ini sangat tepat dilakukan. Antusiasme dan masalah yang diungkapkan oleh warga menunjukkan bahwa kegiatan ini relevan dan mendalam. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bentuk validasi antara teori yang diperoleh dan realitas yang dihadapi di lapangan.

“Dalam kata-kata Mas Johan, keinginan ada, tetapi tidak semua dapat mewujudkannya. Menurut saya, kegiatan kemarin memberikan pelajaran baru bagi peternak seperti kita. Bahkan orang yang biasa berternak dengan cara sederhana dapat menerapkan konsep yang dijelaskan dan membuktikan adanya hubungan langsung antara teori dan praktek. Hal ini juga diperkuat oleh beberapa pendapat,” kata Marcel, perwakilan dari salah satu peserta.

Baca juga : Semarak Sosialisasi Peningkatan Kualitas Kesehatan untuk Anak-anak di Dusun Sempon Kulon

“Seperti yang disampaikan oleh Mas Marcel, semua dapat berbicara. Menurut saya, kegiatan hari ini sangat bermakna bagi masyarakat Grantingan. Masyarakat belum pernah menerima sosialisasi mengenai peternakan dan saran tentang cara beternak yang benar. Mengumpulkan warga di siang hari tidaklah mudah, namun antusiasme mereka dalam acara sosialisasi ini sungguh menggembirakan. Pesan yang dapat diambil adalah bahwa kita perlu lebih rajin belajar dan lebih bijaksana dalam mengelola waktu dalam segala hal. Jangan meremehkan hal-hal kecil, karena orang tua kita di rumah berharap yang terbaik dari kita dan mereka selalu siap memberikan dukungan baik dalam bentuk material maupun dukungan emosional. Salah satu hal yang dapat membanggakan orang tua adalah keberhasilan kita di luar sana yang didapatkan setelah perjuangan panjang. Intinya, kita harus belajar dengan sungguh-sungguh,” tutur Marcel.

Kontributor: La Ode Yoga Saputra, Mahfudz Choirul Abidin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *