Kolaborasi UAD Jogja dan IAIM Bima Terjunkan KKN Februari 2023

Kampus UAD Jogja dan IAIM Bima Terjunkan KKN Februari 2023. Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Anak Bangsa VIII kolaborasi dengan Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dikutip dari web llidkti5 Jogja, Tim KKN berjumlah 38 orang yang terdiri atas mahasiswa sebanyak 26 dari UAD dan 12 dari IAIM Bima.

Pengarahan sekaligus pelepasan pada Kamis (2/2/2023) di Kampus IAIM Bima, NTB. Dalam sambutannya Rektor IAIM Bima Hendra, M.Si. menyampaikan antusias serta harapannya kepada seluruh peserta KKN. “Kesempatan kolaborasi ini dari IAIM Bima mengutus aktivis Muhammadiyah dan berharap mahasiswa KKN dapat berkontribusi aktif dan baik bagi masyarakat setempat,” pesannya.

baca Juga : 807 Mahasiswa UMBY Ikuti Pembekalan KKN-PPM 2022/2023

Pada kesempatan lain, ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAIM Bima Dr. Nasaruddin, M.Pd.I juga sampiakan bahwa ini merupakan pertama kali IAIM Bima kolaborasi dengan UAD dalam program pengabdian masyarakat, khususnya di Bima. “Semoga kolaborasi dapat berkelanjutan ke depannya dalam pelaksanaan KKN yang akan datang,” imbuhnya saat pertemuan secara daring Januari lalu.

Sebuah Desa Karampi, Langgudu, Bima, dipilih menjadi lokasi pelaksanaan KKN Anak Bangsa VIII. Acara pengarahan dan pelepasan dihadiri oleh Rusydi Umar, S.T., M.T., Ph.D. yakni Wakil Rektor Bidang Akademik UAD, Jefre Farhan, S.T., M.Kom. sebagai dosen pembimbing lapangan (DPL), Hendra, M.Si. selaku Rektor IAIM Bima, Dr. Nasaruddin, M.Pd.I. yang merupakan Ketua LPPM IAIM Bima, serta tim LPPM UAD dan seluruh peserta KKN Anak Bangsa.

“Mahasiswa KKN UAD telah tersebar di beberapa kabupaten dan desa di Yogyakarta. Pada periode saat ini, kami juga menerjunkan mahasiswa di Kabupaten Pacitan. UAD pun menerjunkan beberapa mahasiswa untuk melaksanakan KKN di luar negeri, yaitu di Malaysia dan Thailand. Dan untuk luar Jawa di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) hanya KKN Anak Bangsa ini yang ada di UAD. Saya berharap, KKN Anak Bangsa VIII dapat mendedikasikan ilmunya kepada masyarakat Karampi sesuai dengan keilmuan masing-masing,” terang Wakil Rektor Bidang Akademik dalam sambutannya.

KKN Anak Bangsa UAD merupakan program KKN yang secara khusus ditujukan untuk kader aktif Organisasi Otonom Muhammadiyah. Mereka berupaya untuk memberdayakan mahasiswa kader Muhammadiyah UAD Yogyakarta, agar mampu bermanfaat bagi masyarakat tidak hanya di daerah sekitarnya saja.

Dalam acara tersebut, UAD kerja sama dengan IAIM Bima yang selanjutnya ditandatangani oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UAD dan Rektor IAIM Bima. Setelah pelepasan lanjut dengan penerjunan di Kantor Camat Langgudu. Ahmad Yani yang merupakan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) setempat menyambut hangat tim KKN Anak Bangsa didampingi oleh Abu Bakar, S.Sos. selaku Kepala Camat Langgudu.

Abu Bakar menyampaikan, “Dengan potensi Desa Karampi yang ada yaitu laut serta gunung yang bersebelahan, saya berharap adik-adik mahasiswa dapat memberikan suatu perubahan dan pengetahuan baru untuk memberdayakan potensi desa.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Explore More

Informasi Terkini tentang Penerimaan Mahasiswa Baru di UIN Sunan Gunung Djati Bandung

UIN Sunan Gunung Djati

Sebanyak 9.778 peserta telah mengikuti ujian Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) jalur Mandiri di UIN Sunan Gunung Djati Bandung dari tanggal 10 hingga 20 Juli 2023. Rektor, Prof. Dr. H. Mahmud,

Prof. Dr. Sumaryanto, M.Kes., AIFO. Terpilih sebagai Rektor UNY Periode 2025-2030

Prof. Dr. Sumaryanto, M.Kes., AIFO. resmi ditetapkan sebagai Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) periode 2025-2030. Penetapan ini dilakukan melalui sidang pleno Majelis Wali Amanat (MWA) UNY yang berlangsung pada 17

Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil menempati posisi ke-3 Scimago 2023

Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil menempati posisi ke-4 Scimago 2023

Pada tahun 2023, Scimago merilis hasil pemeringkatan institusi di Indonesia dan Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil menempati posisi ke-3 dalam peringkat tersebut. Sebanyak 61 kampus di Indonesia ikut serta dalam