Pandangan Ahli Hubungan Internasional tentang Konflik Palestina-Israel

Baru-baru ini, konflik antara Palestina dan Israel kembali mengalami eskalasi. Sejak tanggal 7 Oktober, situasi perang antara Israel dan militan Hamas di Jalur Gaza terus memanas. Militer Israel, IDF (Israel Defense Force), telah melakukan serangan udara di Gaza yang mengakibatkan ribuan korban. Serangan Israel ini dianggap sebagai balasan atas insiden dan serangan mendadak oleh kelompok militan Palestina, Hamas, ke wilayah Israel. Serangan roket Hamas ke Israel dianggap sebagai upaya untuk merebut kembali tanah Palestina dari pendudukan dan penindasan Israel yang berlangsung selama beberapa dekade.

Dalam Pernyataan FISIP ini, M. Muttaqien, S.IP, MA., Ph.D., seorang dosen dari Departemen Hubungan Internasional (HI) di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga, memberikan pendapatnya mengenai fokus baru konflik antara Palestina dan Israel. Menurutnya, upaya yang dilakukan oleh rakyat Palestina untuk mendapatkan kemerdekaan dari pendudukan Israel tidak melanggar ketentuan hukum internasional.

Baca juga : Mohon doa untuk warga Palestina, IAITF melaksanakan Istiqhasyah

“Terkait upaya mencapai kemerdekaan, resolusi PBB sendiri memberikan hak kepada rakyat yang berjuang untuk kemerdekaan untuk menggunakan berbagai cara, termasuk kekuatan bersenjata, dan itulah yang dilakukan oleh rakyat Palestina,” katanya.

Muttaqien menunjukkan bahwa ketegangan berkelanjutan antara Palestina dan Israel memiliki dampak signifikan pada lanskap politik global. Dalam terminologi Hubungan Internasional, isu antara Palestina dan Israel disebut sebagai “All Arabic Core Concern” karena konflik berkelanjutan ini menjadi masalah perhatian internasional, terutama bagi dunia Arab dan komunitas Islam.

“Ketika konflik meruncing dan meluas, itu tanpa ragu akan berdampak pada tingkat regional dan global. Secara regional, negara-negara yang berbatasan dengan Israel akan merespons situasi di Palestina secara alami. Demikian pula, dalam skala yang lebih luas, termasuk negara-negara yang tidak berbagi perbatasan langsung dengan Israel, kekuatan besar seperti Amerika Serikat yang mengirimkan kapal induk dan Rusia yang mendukung Palestina juga terlibat,” jelas dosen dari Departemen Hubungan Internasional di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Airlangga.

Dosen tersebut, Muttaqien, menyebutkan pada akhir wawancara bahwa salah satu solusi untuk mengakhiri konflik berkelanjutan antara Palestina dan Israel adalah dengan memberikan kemerdekaan kepada rakyat Palestina karena, menurut pandangannya, setiap bangsa memiliki hak untuk menentukan nasib sendiri. Dia menyatakan bahwa ketika hak ini tidak terpenuhi, konflik akan terus berlanjut. Hal ini mungkin menjadi salah satu aspek dari respons Hamas untuk memastikan eksistensi mereka sebagai sebuah bangsa.

Artikel ini mencerminkan tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 16: Perdamaian, Keadilan, dan Institusi yang Kuat.

via : https://fisip.unair.ac.id/en/fisip-statement-the-perspective-of-international-relations-lecturers-at-the-faculty-of-social-and-political-sciences-universitas-airlangga-on-the-israel-palestine-conflict/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Explore More

Ini Jumlah Target Kerjasama Universitas Negeri Surabaya (UNESA)

Direktur Teknologi, Informasi, Komunikasi, dan Kerja Sama, Prof. Slamet Setiawan, M.A., Ph.D., dalam acara Sosialisasi Target Capaian Bidang Kerja Sama UNESA yang diselenggarakan pada hari Rabu, 17 Mei 2023

Universitas Negeri Surabaya (UNESA) memiliki target yang tinggi dalam bidang kerja sama dengan penekanan pada kuantitas dan hasil yang dicapai. Bidang Perencanaan, Pengembangan, Kerja Sama, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi

Berapa UKT dan IPI UM 2026? Ini Kisaran Biaya Kuliah di Universitas Negeri Malang Jalur SNBP, SNBT, dan Mandiri

Berapa UKT dan IPI UM 2026 Ini Kisaran Biaya Kuliah di Universitas Negeri Malang Jalur SNBP, SNBT, dan Mandiri

Bagi calon mahasiswa yang dinyatakan lolos di Universitas Negeri Malang (UM), memahami rincian biaya pendidikan menjadi langkah penting untuk menyusun rencana keuangan selama masa studi. Biaya kuliah di UM terdiri

Penjelasan dari Kampus Mengenai Dugaan Pelecehan Seksual oleh Dosen FH Unand

Penjelasan dari Kampus Mengenai Dugaan Pelecehan Seksual oleh Dosen FH Unand

Terjadi dugaan kasus pelecehan seksual di Fakultas Hukum Universitas Andalas Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Informasi ini terungkap setelah seorang mahasiswi dengan inisial S menceritakan tindakan seorang dosen dengan inisial Z