Guru Honorer Dilarang Mengajar, Ferawati Kembali Aktif setelah Dimediasi Dikbudpora

Bima – Ferawati, seorang guru honorer di SDN Inpres Kalo, Desa Pai, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang sebelumnya dilarang mengajar karena hanya memiliki gelar D2, kini sudah kembali aktif mengajar. Masalah tersebut telah diselesaikan melalui mediasi oleh Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dikbudpora). “Masalah di SD Inpres Pai sudah selesai. Ibu Ferawati sudah mulai mengajar hari ini,” ungkap Kepala Dikbudpora Kabupaten Bima, Zunaidin, saat diwawancara oleh detikBali pada Senin (22/1/2024).

Zunaidin menjelaskan bahwa perselisihan antara guru Ferawati dan Kepala Sekolah SDN Inpres Kalo, Jahara, sebenarnya adalah suatu kesalahpahaman yang tidak pernah menjadi masalah antara keduanya. Lebih lanjut, Zunaidin menegaskan bahwa kepala sekolah tidak memiliki wewenang untuk melarang atau memecat seorang guru. “Hanya ada miskomunikasi saja,” tambahnya.

Zunaidin mengajak semua guru dan kepala sekolah untuk menyelesaikan masalah internal sekolah dengan baik. Ia juga mengingatkan agar permasalahan internal tidak cepat disebarluaskan melalui media sosial. “Kita semua harus berhati-hati dalam memposting sesuatu di media sosial,” pungkasnya.

baca juga : Pemecatan Kontroversial: Guru Honorer SD Inpres Kalo Desa Pai Dipecat karena Gelar D2

Sebelumnya, Ferawati membuat unggahan yang viral di media sosial setelah dilarang mengajar oleh kepala sekolah karena hanya berijazah D2. Dalam postingannya, Ferawati mengungkapkan perjuangannya untuk mendapatkan gelar S1 guna memenuhi persyaratan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Pesan WhatsApp dari kepala sekolah yang melarangnya mengajar juga diunggah sebagai bukti.

Kepala SDN Inpres Desa Pai, Jahara, mengakui bahwa ia telah melarang Ferawati untuk mengajar kembali. Keputusan tersebut didasarkan pada kesepakatan rapat dengan UPT Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dikbudpora) Kecamatan Wera, yang menetapkan bahwa guru-guru yang tidak sesuai dengan disiplin ilmu (ijazah) harus dikembalikan ke UPT dan Dinas.

Info via : https://www.detik.com/bali/nusra/d-7155087/sempat-dilarang-gegara-lulusan-d2-guru-honorer-di-bima-kembali-mengajar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Explore More

UMBY Membuka Penerimaan Mahasiswa Baru Melalui Jalur RPL

Sekilas Profile Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY)

Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) telah membuka pendaftaran mahasiswa baru untuk Tahun Akademik 2025/2026 melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program ini telah diatur oleh Kemendikbudristek dalam Permendikbudristek No. 41

Wisuda Ke-43 UMSIDA: Kisah Shinta Anastasia Putri, Wisudawan Berprestasi dari Program Studi Ilmu Komunikasi

Wisuda Ke-43 UMSIDA Kisah Shinta Anastasia Putri, Wisudawan Berprestasi dari Program Studi Ilmu Komunikasi

Pada prosesi wisuda yang ke-43, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) menghadirkan sosok inspiratif, Shinta Anastasia Putri, seorang wisudawan dari program studi Ilmu Komunikasi. Shinta bukan hanya meraih gelar sarjana, tetapi juga

ITS dan Kemensos RI Meresmikan Galangan Kapal Asmat untuk Meningkatkan Potensi Kemaritiman

ITS dan Kemensos RI Meresmikan Galangan Kapal Asmat untuk Meningkatkan Potensi Kemaritiman

Kampus ITS, Berita ITS – Kemaritiman merupakan aspek penting bagi Indonesia. Dalam upaya memaksimalkan potensi laut di negara kepulauan terbesar ini, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Kementerian Sosial Republik