Rektor UII menulis Surat terbuka untuk Mas Materi Nadiem

Foto : Fathul Wahid, Rektor Universitas Islam Indonesia (web uii.ac.id)

Surat tersebut tampaknya ditulis oleh Fathul Wahid, Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah V Yogyakarta dan Rektor Universitas Islam Indonesia, kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia (Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A). Dalam surat ini, Fathul Wahid menyampaikan beberapa perhatian dan permohonan terkait perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia. Isi surat meliputi:

  1. Pengenalan dan Penghargaan: Surat dimulai dengan pengenalan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta penghargaan terhadap peran pentingnya dalam kemajuan pendidikan nasional.
  2. Gelisah tentang Perkembangan Pendidikan Tinggi: Fathul Wahid menyatakan kegelisahannya tentang perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia.
  3. Jumlah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Yogyakarta: Dia mengidentifikasi bahwa ada lebih dari 100 PTS di Yogyakarta.
  4. Apresiasi terhadap Kampus Merdeka: Dia mengapresiasi upaya pemerintah, terutama ide Kampus Merdeka, yang telah mengubah lanskap pendidikan tinggi.
  5. Kekhawatiran terhadap Konsekuensi Tidak Diinginkan: Fathul Wahid menyatakan bahwa kebijakan seperti Kampus Merdeka mungkin memiliki konsekuensi tidak diinginkan yang perlu diperhatikan.
  6. Proporsi Dana untuk PTN BH: Dia berbicara tentang proporsi dana yang diterima oleh Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH) dan kekhawatiran tentang keterbatasan dana pemerintah.
  7. Kekhawatiran tentang PTN BH yang Menarik Dana PTS: Fathul Wahid mengungkapkan kekhawatiran bahwa beberapa PTN BH mungkin menarik dana dari PTS untuk bekerja sama.
  8. Pembukaan Pintu 50% Mahasiswa Baru melalui Jalur Mandiri: Dia mengungkapkan kekhawatiran tentang dampak dari kebijakan membuka pintu 50% mahasiswa baru melalui jalur mandiri.
  9. Permintaan Tutup Penerimaan Mahasiswa Baru di Akhir Juli: Fathul Wahid menyebut bahwa banyak PTS harus memundurkan batas akhir penerimaan mahasiswa baru dan meminta para pimpinan PTN untuk menutup penerimaan mahasiswa baru di akhir Juli.
  10. Fokus pada Pendidikan Tingkat Magister dan Doktor: Dia menyatakan bahwa PTN dapat fokus pada pendidikan tingkat magister dan doktor.
  11. Permohonan Batasi Proporsi Mahasiswa Baru Jalur Mandiri: Permintaan untuk membatasi proporsi mahasiswa baru yang diterima melalui jalur mandiri.
  12. Peran Penting PTS dalam Penyebaran Pendidikan: Dia menekankan bahwa PTS menjangkau seluruh pelosok negeri dan memberikan layanan pendidikan tinggi yang penting.
  13. Kesimpulan dan Harapan: Surat diakhiri dengan penegasan bahwa surat ini ditulis untuk kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia dan cinta terhadap bangsa.
  14. Doa dan Salam: Fathul Wahid mendoakan kemudahan bagi Menteri dan semua jajaran pemerintah serta mengirimkan salam takzim.

Baca juga : UIII Fokus Pembangunan Kampus di Lahan Zona Hijau dan Putih

Surat tersebut menggambarkan perhatian yang mendalam terhadap perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia, terutama dalam konteks perguruan tinggi swasta di Yogyakarta.

Selengkapnya surat ini bisa dibaca di : www.republika.id/posts/47203/surat-cinta-pts-yogyakarta-untuk-mas-menteri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Explore More

Mengunjungi Berbagai Tempat Ibadah Bersejarah yang Berdampingan, Mahasiswa/i PMM UKI Merasakan Harmoni Beragama di Jakarta sebagai Wajah Damai Indonesia

Gambar-9-Di-Gereja-Santa-Maria-de-Fatima

Dalam rangka kegiatan kebinekaan modul nusantara pada Sabtu (9/3) Mahasiswa/i Pertukaran Mahasiswa Merdeka Inbound Universitas Kristen Indonesia (PMM UKI) Angkatan 4 melakukan kunjungan ke lokasi bangunan tempat ibadah bersejarah yang

Pendaftaran Jalur Mandiri di Politeknik Negeri Ujung Pandang

Pendaftaran Jalur Mandiri di Politeknik Negeri Ujung Pandang

Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) merupakan salah satu perguruan tinggi vokasi di Indonesia yang berlokasi di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. PNUP didirikan pada tanggal 18 Oktober 1994 dan menjadi

Aplikasi apa saja yang dilanggakan di kampus?

Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Parepare melakukan teken Memorandum of Understanding (MoU) dengan Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP) Universitas Hasanuddin (Unhas)

Universitas atau kampus membutuhkan aplikasi untuk membantu mengelola proses akademik dan administrasi dengan lebih efisien dan terorganisir, antara lain mengelola data, aplikasi seperti Sistem Informasi Akademik (SIA) membantu mengelola data