Pemecatan Kontroversial Guru Honorer SD Inpres Kalo Desa Pai Dipecat karena Gelar D2

Seorang guru honorer di SD Inpres Kalo Desa Pai, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang bernama Verawati, telah dipecat karena hanya memiliki gelar diploma dua atau D2. Pemecatan tersebut dianggap tidak hormat, karena surat pemberitahuan diberikan oleh pihak sekolah melalui pesan WhatsApp pada Jumat (19/1/2024).

“Jumat kemarin, sebelum berangkat mengajar, saya menerima pesan WhatsApp dari kepala sekolah,” ungkap Verawati saat dihubungi melalui telepon pada Sabtu (20/1/2024). Dalam pesan WhatsApp dari pihak sekolah, Verawati dilarang untuk melanjutkan mengajar karena hanya memiliki gelar diploma. Pihak sekolah menyarankan agar ia pindah ke UPT Dikpora Kecamatan Wera, sesuai dengan ijazah yang dimilikinya, untuk bekerja sebagai operator.

baca Juga : Guru Honorer Dilarang Mengajar, Ferawati Kembali Aktif setelah Dimediasi Dikbudpora

“Saya tidak mendapatkan informasi sebelumnya, tiba-tiba dilarang mengajar karena hanya memiliki ijazah D2,” kata Verawati. Setelah menerima surat pemecatan, Verawati segera mendatangi pihak sekolah untuk meminta penjelasan. Namun, pihak sekolah tetap meminta agar ia meninggalkan sekolah dan melayani di UPT Dikpora Wera dengan alasan ijazah D2.

Verawati menyatakan rasa kecewa terhadap sikap pihak sekolah, terutama karena ia telah mengabdikan diri selama 18 tahun di SD Inpres Kalo, Desa Pai. Ia berharap agar sekolah dan pihak terkait dapat mempertimbangkan kembali keputusan tersebut, terutama karena saat ini ia tengah menunggu waktu untuk wisuda gelar sarjana atau S1 di salah satu kampus di Kota Bima.

“Saya akan wisuda sarjana bulan sembilan ini. Saya harap keputusan tersebut dapat dicabut, mengingat saya sudah mengabdi selama 18 tahun di sekolah ini,” ujar Verawati. Kepala SD Inpres Kalo Desa Pai, Jahara Jainudin, mengonfirmasi bahwa ia telah mengirim surat pemberitahuan pemecatan kepada Verawati melalui pesan WhatsApp. Ia menjelaskan bahwa langkah tersebut diambil karena Verawati tidak hadir di sekolah pada waktu itu.

Terkait keputusan pemecatan, Jahara Jainudin menyatakan bahwa itu merupakan hasil rapat koordinasi bersama Dikbudpora Kabupaten Bima. Dalam rapat tersebut, diputuskan bahwa Verawati harus dipindahkan ke UPT Dikpora Wera sebagai operator karena ijazahnya tidak memenuhi syarat sebagai seorang guru.

info via : https://regional.kompas.com/read/2024/01/20/213009078/mengabdi-18-tahun-guru-honor-di-bima-dipecat-via-wa-karena-ijazah-d2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Explore More

Jelang HUT RI, Ada Promo Biaya Pendaftaran di UMBY hanya 170 ribu

Jelang HUR RI, Ada Promo Biaya Pendaftaran di UMBY hanya 170 ribu

Yogyakarta, 9 Agustus 2024 – Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) kembali membuka Penerimaan Mahasiswa Baru Gelombang 3 untuk Tahun Akademik 2024/2025. Proses pendaftaran masih terbuka hingga 9 September 2024, memberikan

Puli Tempe Pak Saelan Kuliner Populer Karangtengah, Dadapayu, Semanu Gunungkidul

UMBY kkn12-karangtengah dadapayu semanu

Rektor UMBY Dr. Agus Slamet berseta jajaran mengendakan kujungan ke lokasi KKN di Dadapayu, Semanu Gunungkidul Kamis (2/2/2023. Kedatangan Rektor siang hari disambut mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 12

Vape Fair 2025 Diserbu Kritik, ISMKMI Jakarta Raya Tegaskan Bahaya Nyata Rokok Elektrik

Vape Fair 2025 Diserbu Kritik, ISMKMI Jakarta Raya Tegaskan Bahaya Nyata Rokok Elektrik

Puluhan mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) dari berbagai kampus di Jakarta yang tergabung dalam Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia (ISMKMI) Jakarta Raya menggelar aksi penolakan terhadap rencana penyelenggaraan Vape